Change

“If you can see your whole life, from the beginning to the end, what will you do? would you change it?”

ini sebetulnya pertanyaan yang terlintas ketika Dr.Banks di film Arrival yang saya nonton tempo lalu juga bertanya kepada calon teman hidupnya.

“Dr. Louise Banks: If you could see your whole life laid out in front of you, would you change things?”

itu sih isi pertanyaan aslinyaa.

dan, di akhir movie itu, ternyata Dr.Banks itu menerima semua takdirnya. dia menerima kehidupan selanjutnya, meski akhirnya ia telah tahu bahwa ia akan bercerai dengan suaminya (si calon teman hidupnya dulu), bahwa ia akan memiliki anak yang cantik, dan akan ia besarkan seorang diri. ia menerima semua takdirnya~

nah, lantas bagaimana jika saya juga di beri gifts seperti itu?

saya sudah bertanya ke beberapa orang, ada yang menjawab secara sarkas “kalo enak ji hidupku nanti, kenapa harus saya ubah?” juga ada yang tetap menerima takdir, mengacu pada agama.

dan, ketika pertanyaan itu juga saya tanyakan kepada diriku sendiri, jawabannya, saya hanya akan mengubah sedikit kejadian dimasa lalu. hanya sedikit. selebihnya akan saya terima dengan lapang dada.

terlalu banyak hal yang perlu saya sesali sebetulnya, yang mungkin saja dapat mengubah hidup saya, andai saja saya melakukannya pun tidak melakukannya. misalnya, andai saja saya melanjutkan SMP di makassar (dekat dengan mamak-bapak), juga andai saja saya berkuliah di STKS Bandung (bisa traveller kemana-mana karena sekolahnya penuh dengan kehidupan dan tentang sosial), atau andai saja saya juga ikut pengkaderan BEM hingga akhir (bisa jadi anak BEM seperti rencana awal kuliah) atau andai saja andai-andai yang lain. ah, seperti yang saya bilang sebelumnya, terlalu banyak kata andai dan jika di dunia ini semua pengandaian, maka tak ada ujian berat, tak ada namanya tangis karena penyesalan, juga tak ada lagi sedih-sedih karena semua berjalan sesuai pengandaian, juga tak ada lagi pelajaran hidup yang berharga. itu semua tak ada.

tapi, saya hanya akan membuat pengecualian pada hari itu, ketika baru saja beradu mulut dengan bapak (jangan tanyakan mengapa dan bagaimana kronologinya) hanya itu yang ingin saya ubah, hanya agar hati saya menerima kejadian-kejadian yang telah terjadi setelahnya. selebihnya, lagi-lagi akan saya terima dengan hati lapang. jika saja saya mengubahnya, mungkin kita tak bakal bertemu, bukan? bisa saja saat ini saya masih berkutat dibangku kuliah, saya tak mengenal Bidadaki, lem Alteko, sahabat squad, UKM KPI, A+, tim Alfha, dan teman-teman lainnya. bisa saja saya bukan menjadi seorang dokter gigi, melainkan seorang guru atau pekerjaan lainnya. pun bisa saja saat ini saya sudah menikah, dan lain sebagainya. semua bisa saja terjadi. dan semua hanyalah sekedar pengandaian. lagi-lagi, ini hanya sebuah pengandaian.

tapi andai saya di berikan gifts seperti itu, sepertinya seru. hahaha. saya sudah tau akan berjodoh dengan siapaa.. hahahahahhahahha (berjodoh dengan siapa? ini selalu yang saya tanyakan pada diriku sendiri. meski pada akhirnya belum ada jawaban yang dapat saya terima). tapi juga membosankan karena hidup sudah terlihat jauh sebelumnya. kita tidak bakal melalui nano-nanonya kehidupan, pun juga tak mengerti arti perjuangan.

ah, sudahlah. perut saya sepertinya lapar. seharian hanya makan bakso dan coklat, juga makan kata-kata gendut dari semua orang-___-

selamat malam minggu,.

-Kiss and Hug♥♥♥

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s