Nik(AH)

Assalamu’alaikum, ukhti, akhi.

Hallo hay

Apa kabaaaaarr…??? Semoga selalu luar biasaaa yaaahh 🙂

Nah, sekarang saya di request untuk nulis tentang Nikah

Awww.. nda ququww adek sebetulnya

Hahah

Nikah yah? Haduh. Hhahaha

Mari kita telaah sedikit dari segi Istilah. Nikah itu adalah akad untuk menghalalkan sebuah hubungan atau pergaulan di antara perempuan dan laki-laki yang tak terdapat hubungan Mahram. Dengan adanya hubungan tersebut, maka terbentuklah hak dan kewajiban pada kedua insan tadi. Kalo menelaah berdasarkan bahasa yaitu menjodohkan, mengumpulkan lalu menggabungkan. Eeaaa. Pengertian secara bahasa itu agak-agak lucu gimanaa begitu. Hahaha

Nah, sebetulnya saya bingung mau nulis apa tentang menikah ini. Haha. Lantaran seringnya sebut-sebut kata nikah dan jodoh, jadinya saya speechless kalo bahas serius tentang hal ini. Hahahaha

Nikah yah? Kenapa sih pengen nikah ? kan masih muda? Kan coass belum selesai?

Well, dulu sihh, waktu masih ABeGe, dikasih tau sama teman-teman kalo nikah di usia mudah itu bisa menghasilkan keturunan yang imut-imut. Hahaha (ini ntah sumbernya darimana, apa berdasarkan penelitian atau gimana-gimana yah, saya cuman mengingat saja). Haha. Tapi yang jelas, dengan nikah muda sebenarnya jarak antara ibu dan si buah hati akan jadi cukup dekat, supaya perkembangan si buah hati ini juga terpantau dengan baik, tak ada jarak usia yang jauh diantaranya. Saya sih sejujurnya cuman mau keturunan saya lebih terbuka dengan saya (si calon ibunya) ini, saya mau menjadi sosok yang betul-betul bisa di andalkan oleh dirinya kelak. Bisa menjadi tempatnya bercerita, tentang pendidikannya, tentang lawan jenisnya, tentang sahabat-sahabatnya, tentang lingkungannya, pokoknya semua hal tentang dirinya.

Nah, itu kalo kita berbicara tentang masa depan yah (ketika saya punya anak). Kalo kita bercerita tentang sekarang, kenapa harus nikah muda? Yah, lagi-lagi yang bisa saya sodorkan adalah masalah agama. Dalam Islam, tak ada yang namanya pacar-pacaran, HTS, TTM atau apapun itu. Itu namanya Bid’ah (tapi ini lain hal lagi dengan penggunaan teknologi yaaah). Nah saya rasa, dosa saya sudah cukup banyak hingga tak mampu saya junjung, lantas buat apa lagi saya menambah dosa dengan berhubungan seperti itu? Hahaha. Mungkin teman-teman pasti berfikir bahwa saya ini cuman jaga Image, tapi serius, ini adalah pandangan yang saya peroleh beberapa tahun belakangan ini (meski saya pada kenyataannya pernah khilaf dan kembali berpacaran, tapi sekarang sudah tidak lagi). Dan saya hanya ingin meluruskan niat saja kembali. Saya kira cukuplah pengalaman saya dalam hal cinta-cintaan. Saya sudah merasa cukup untuk bisa dijadikan  bahan cerita bagi anakku kelak (lagi-lagi ini masalah buah hati). nah, itulah juga mengapa saya terdorong untuk nikah muda.. uhhuyyy.

Koass belum selesai? Hahaha. Ini salah satu alasan penguat sih kenapa saya ingin nikah muda. Saya sudah tau, dunia koass dalam kedokteran gigi adalah yang paling berat. Ini adalah langkah yang paling serius yang menentukan masa depan kelak seperti apa. Para dokter pun menganjurkan agar nikahnya setelah koass saja. Haha. Tapi menurutku (lagi-lagi based on me, karena toh ini hidupku~), menikah saat koass adalah hal yang paling tepat. Hahaha. Selain karena memang mau nikah muda, dunia koass itu adalah dunia kejam, maka dengan memiliki tempat yang bisa menjadi tempat sampah, juga penghibur hati yang duka dan merana, saya harapnya bisa lebih legowo dengan semua siksaan koass. Nah, trus gunanya sahabat-sahabat mu apa? Haha. Sebagian “keluarga baru” yang saya temukan akhir-akhir ini juga memiliki susah di hidupnya masing-masing. Saya sudah merasa cukup membuat mereka susah dengan masuk dalam kehidupan mereka semua.

“love is composed of a single soul inhabiting two bodies”

Seperti kata Bang Aristoteles ini, cinta itu terdiri dari satu jiwa dalam dua raga. Ah, asek sekali kata-katanya bang yaaah. Saya harapnya sih dengan menikah, saya punya seseorang tempat saya menuangkan segalanya, segala amarah, nangis-nangis, kasih sayang, manja, mengeluh, kemampuan masak, hobby nonton, dengar music, beli buku, pokoknya segalanya dengan dirinya nanti. Juga dengan semua hal yang ingin saya ceritakan kepada dunia tapi tak bisa. karena saya, sejujurnya memiliki cerita satu kunci-kunci dunia dan saya belum menemukan orang yang tepat untuk bercerita tentang hal itu.  Ah, iyya, juga dunia koass itu butuh biaya yang banyak. Hahaha. Bukan matre, tapi realistis. Hahah. Dengan menikah sebetulnya kondisi keuangan bisa cukup stabil (makanya saya cari pasangan yang sudah kerja yaaaah), bukan alasan bahwa orangtua tidak mampu membiayai koassku, saya yakin mereka mampu, dan bagi saya semua anak memiliki rejekinya masing-masing,  tapi setidaknya dengan menikah, mereka bisa lebih fokus dengan kehidupannya sendiri. Sudah cukuplah fokus orangtuaku kepadaku selama ini. Biarlah saya dan dunia koass itu bersama dengan pasanganku, meski saya yakin, mereka (orangtuaku) tak akan pernah lepas tangan dengan pendidikanku.

Ah iyya, terakhir. Masalah budayaaaaa.. aaaaakkhh. Anak Makassar belah. Meski tidak semahal orang Bugis di sanaa, tetap saja saya berfikir tentang uang panaik. Hahaha. Saya sejujurnya hanya takut jika pendidikan saya lebih tinggi lagi, maka para cowok-cowok diluar sana akan takut untuk datang  melamar (atau minder?). huhu. Terlebih lagi, saya masih dalam kalangan keturunan Daeng, anak Terakhir pula, yang paling disayang. Saya takut dengan segala status social yang ada saat ini. Huhuhuhu.

Kalo ada yang melamar, mau nikah nda?

MAU. Eh. hahaha

Well, entahlah apa yang terjadi jika betul-betul ada lamaran dan saya kan nikah tahun ini. Seriously? Hahah. Meski pada kenyataan toh belum ada lamaran yang betul-betul sampai kerumah, tapi kalo misal dia bisa menjadi imam yang baik, bisa terima saya dengan segala kekuranganku, nda malu-maluin dibawa arisan, juga memiliki masa depan yang cerah, dan terlebih jika lulus spesifikasi dari keluarga saya, yah kenapa harus menolak? Hahahaha.

Oh iya, untukmu. “wanita dipilih Karena masa lalunya, dan pria dipilih karena masa depannya”

Juga ada sebuah pesan yang diberikan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW untuk disampaikan kepada ummatnya, “ Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik.” (Qs. An Nur:26)

Ah, makanyaaa, yuk memantaskan diri..

Karena jodohmu adalah cerminan dirimu.. hahaha (berarti jodohku nanti akan Jabe juga yah? Hahah. Diliat nanti sajalah, saat akad tiba~)

ah syudahlah. mari kita sudahi percakapan malam ini. utang nulis saya masih ada? ehm? em,,? kayaknya tiga kan yah? ahahahah. entah berapa. yang jelas bukan satu kunci-kunci dunia. hahahahha.

-Kiss and Hug, dariku yang sedang menanti lamaran~

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s