Blog

Hallo

Ah, haloooo guys :”)

Lama tak menulis

Trnyata banyak hal yang memang perlu di tulis yah?

Jadi, yah mari berjanji. Mungkin untuk menulis setiap hari masih sulit tuk dilakukan, mari kurangi frekuensi dengan menulis minimal tiga tulisan perminggu.. bisa? Berharap saya bisa~

Oh iya, beberapa hari ini sayaa sebetulnya banyak fikiran, hahaha.. pengangguran banyak fikiran juga yah? Hahaha. Mungkin mulai dari kenyataan pahit bahwa dunia koas ternyata sudah di depan mata, sementara I’m not ready yet guysss.. I’ve spend much time to not doing anything, and wasting time, and nothing to do.. nothing to do~ aaaaahh, pahit inii.. seperti minum obat daun Sambiloto guys (you should try, those leaf hahaha), and then, saya juga pusing memikirkan kenyataan bahwa ternyata living kost ku belum pasti. Huhuhu. You guys, should be know, hahaha.. lemari-lemari ku, buku-buku ku, juga separuh baju ku tertinggal di BTP, Separuh baju dan “kehidupan” ku lagi ada di Kost Sahabat, juga ada beberapa baju di Rumah di gowa, maka hati dan perasaan ku juga terbagi 3.. dan saya bingung bagamana caranya untuk menyatukan bagian-bagian itu menjadi satu ? Bapindah-pindah sama siapa pulak yang temani? dan tempatnyaaa dimana pulaakk? Saya bingungggg guys.. bertanya-tanya kemanapun mereka selalu berkata terseraaaahh.. terseraaahh.. dan terseraaahh.. hellooow, andai tak bingung guys, saya tak perlu bertanyaaaaa kaliii-,- im confuseee.. really confuse~ and there is no answerr~

Ah iyaa, hari ini saya ketemu dengan mataharii.. uuuuuuuuch.. lagi-lagi dengan tatapannya dulu, juga masih dengan selera humor yang sama, juga cerita yang sama.. ah, kamu masih sama yah? Tapi sayang, perasaan sudah beda. Jadi, masihkah ada kamu di hatiku ? Hhahahaha.. oke, saya ngawur. Maafkaaan

Oh iya juga, saya akhir-akhir ini nyatanya tak dalam kondisi yang baik-baik saja. Perasaan saya selalu tak enak, juga badan mndukung utk merasa selalu tak enak.. ah, malaise kalo kedokteran mengatakannya…

Ah, syudahlah.. ini hanya sebuah berita ke teman-teman yang merasa saya aneh.. hahah. Dari dulu saya memang aneh guys, jadi maafkan kalo aneh saya sering kambuh.. dan, syudahlah.. mari akhiri tulisan gaje ku..

Hahaha..

Bye..

Dariku yang selalu baik-baik saja..

Iklan

Tahun ke tujuh.

Hari ini, tepat tujuh tahun lalu ketika kelasku disambangi seorang tetangga, memanggilku pulang saat pelajaran Agama berlangsung, memberikanku kabar yang sangat tidak mengenakkan.

Yah.

Hari ini adalah tepat tujuh tahun saya dan kakak-kakak resmi menjadi anak yatim piatu.

Ah, jangan berharap saya akan bercerita sesuatu yang sedih.

Toh nyatanya hidup saya sudah cukup sedih, maka tidak untuk tulisanku.

Aku, kini masih tertatih. Kadang aku terbangun tengah malam, dan nyatanya masih berharap bahwa aku tidur masih di samping mamah dan bapak. Tapi hati dan mungkin mata ini sudah terlalu lelah untuk bertanya juga meneteskan airnya. Meski belum menemukan sebuah keikhlasan hakiki, saya selalu saja berusaha untuk menerima semuanya. Menerima. Dan menerima. Meski nyelekit itu masih ada.

Ah iya, Bapak. Jika saja Bapak masih hidup, ada banyak hal yang bapak bangga dari kami, anak-anakmu.

Dg ngimi, si anak pertama, kini telah memiliki 3 orang lelaki yang semua namanya berawalan R. 3R aku menyebutnya. Rezky, Rifky dan Rayyan. Rezky, tumbuh dengan sifat seperti dirimu, yang keras kepala dan ngambekan. Mirip dengan bapak. Kini ia berada di kelas 5 SD, sudah besar, tahun lalu sudah disunat. Dia rajin ke masjid untuk mengaji, dia bahkan akan menangis jika ketiduran dan tidak pergi mengaji. Rifky? Sekarang berumur 5 tahun, menjelang usia sekolah. Diantara bersaudara, Rifky lah yang memiliki sifat seperti mamah yang humble ke semua orang. Meski gigi depannya sebagian di makan ulat, celotehnya selalu saja membuat tertawa. Polos dan banyak Tanya. Tak jarang, dia takut untuk di tinggal sendiri dalam sebuah ruangan. Jadi jika mama dan bapaknya kerja, dan saya ada dirumah, dia akan mengekor kemanapun saya pergi. Meski hanya untuk cuci piring. Rayyan? Ah, dia masih 9 bulan. Giginya sudah tumbuh 5 buah. Sudah merangkak kemana-mana. Ukuran badannya kecil jika di bandingkan dengan anak seusianya tapi kekuatannya? Jangan ragukan. Dia hiperaktif dan tidak suka tidur. Dia membuatku selalu merasa rindu rumah. Meski definisi rumah bagiku sudah kabur saat ini.

Nah, Dg Nyengka si anak kedua. Sudah memiliki 2 orang anak. Sepasang. Yang pertama, wajahnya mirip denganku sewaktu kecil. Fadiyah. Imut, lucu, hitam tapi betul-betul manis. Dia, meski lebih muda dari Rifky, nyatanya lebih pintar. Dia sudah pandai menulis, dulu cita-citanya menjadi dokter gigi, tapi entah kenapa berubah sekarang menjadi “hanya” dokter. Haha. Adiknya, Fathir. Masih berumur 1 bulan menjelang 2 bulan. Pipinya gempal, ciri-ciri dia bakal memiliki badan seperti Caa. Besar dan tinggi. Dia selalu saja tidur di saat siang hari dan akan bangun ketika malam hari. Kelelawar.

Caa, atau Dg Sewang, si Anak ketiga. Kini, ia telah berkeluarga, meski belum memiliki anak. Dia baru saja menikah, Oktober lalu. Anak bapak dan mamak yang selalu kalian khawatirkan nyatanya  kini telah menjadi seorang kepala rumah tangga. Bekerja di salah satu bank nasional meski jauh di Malakaji sana.

Nah, terakhir saya. Hahah. Kini, anak bungsu mu telah menginjak umur 21 tahun. Resmi menyandang status Sarjana desember lalu. Meski belum terjun di dunia kerja secara langsung karena anak bungsu mu ini masih menungggu jadwal koass. Yap. Diantara 4 bersaudara, akhirnya hanya aku yang bergerak dunia medis, beda jalur dengan bapak yang bergerak di pendidikan. Tapi tenang saja, saya sedang menyusun rencana untuk mengambil bidang pendidikan kesehatan. Hingga kenangan tentang bapak masih akan saya simpan. Oh iya, anak bapak ini sudah ada yang minta disimpankan oleh tante Cowa. Hahaha. Lucu sih mengingat fakta ternyata saya adalah gadis tertua di antara bersepupu yang belum menikah. Haha. Lagi-lagi saya ngebet sama nikah.

Kini, saya masih saja bertanya tentang arti kata ikhlas. Meski pada ujung pencarian ku, masih terlihat buram dalam pandangan. Saya terkadang masih saja menangis saat naik motor dan hujan turun, agar ada alasan ketika ditanya kenapa mata saya merah. Juga saya terkadang masih bangun tengah malam (seperti saat ini) lantas merasa hampa. Kosong. Juga masih ada perasaan nyelekit ketika berhadapan sesuatu yang mengingatkan pada kalian berdua. Ah, saya masih terus mencari kata ikhlas itu. Tapi waktu tak akan pernah terulang, bukan? Jadi saya hanya akan mencoba menerima. Lagi-lagi menerima semuanya.

Sudahlah. Ini hanya sedikit catatan di 7 tahun kepergian bapak. Yang ingin aku katakan adalah meski hidup kami fluktuatif, tapi kami baik-baik saja disini. Selalu mendoakan agar bapak dan mamak juga bahagia disana, hingga kita semua dijadwalkan untuk bertemu kembali.

Peluk dan sayangku kepada kalian, dari gadis bungsumu yang selalu saja dianggap masih anak-anak.

Nik(AH)

Assalamu’alaikum, ukhti, akhi.

Hallo hay

Apa kabaaaaarr…??? Semoga selalu luar biasaaa yaaahh 🙂

Nah, sekarang saya di request untuk nulis tentang Nikah

Awww.. nda ququww adek sebetulnya

Hahah

Nikah yah? Haduh. Hhahaha

Mari kita telaah sedikit dari segi Istilah. Nikah itu adalah akad untuk menghalalkan sebuah hubungan atau pergaulan di antara perempuan dan laki-laki yang tak terdapat hubungan Mahram. Dengan adanya hubungan tersebut, maka terbentuklah hak dan kewajiban pada kedua insan tadi. Kalo menelaah berdasarkan bahasa yaitu menjodohkan, mengumpulkan lalu menggabungkan. Eeaaa. Pengertian secara bahasa itu agak-agak lucu gimanaa begitu. Hahaha

Nah, sebetulnya saya bingung mau nulis apa tentang menikah ini. Haha. Lantaran seringnya sebut-sebut kata nikah dan jodoh, jadinya saya speechless kalo bahas serius tentang hal ini. Hahahaha

Nikah yah? Kenapa sih pengen nikah ? kan masih muda? Kan coass belum selesai?

Well, dulu sihh, waktu masih ABeGe, dikasih tau sama teman-teman kalo nikah di usia mudah itu bisa menghasilkan keturunan yang imut-imut. Hahaha (ini ntah sumbernya darimana, apa berdasarkan penelitian atau gimana-gimana yah, saya cuman mengingat saja). Haha. Tapi yang jelas, dengan nikah muda sebenarnya jarak antara ibu dan si buah hati akan jadi cukup dekat, supaya perkembangan si buah hati ini juga terpantau dengan baik, tak ada jarak usia yang jauh diantaranya. Saya sih sejujurnya cuman mau keturunan saya lebih terbuka dengan saya (si calon ibunya) ini, saya mau menjadi sosok yang betul-betul bisa di andalkan oleh dirinya kelak. Bisa menjadi tempatnya bercerita, tentang pendidikannya, tentang lawan jenisnya, tentang sahabat-sahabatnya, tentang lingkungannya, pokoknya semua hal tentang dirinya.

Nah, itu kalo kita berbicara tentang masa depan yah (ketika saya punya anak). Kalo kita bercerita tentang sekarang, kenapa harus nikah muda? Yah, lagi-lagi yang bisa saya sodorkan adalah masalah agama. Dalam Islam, tak ada yang namanya pacar-pacaran, HTS, TTM atau apapun itu. Itu namanya Bid’ah (tapi ini lain hal lagi dengan penggunaan teknologi yaaah). Nah saya rasa, dosa saya sudah cukup banyak hingga tak mampu saya junjung, lantas buat apa lagi saya menambah dosa dengan berhubungan seperti itu? Hahaha. Mungkin teman-teman pasti berfikir bahwa saya ini cuman jaga Image, tapi serius, ini adalah pandangan yang saya peroleh beberapa tahun belakangan ini (meski saya pada kenyataannya pernah khilaf dan kembali berpacaran, tapi sekarang sudah tidak lagi). Dan saya hanya ingin meluruskan niat saja kembali. Saya kira cukuplah pengalaman saya dalam hal cinta-cintaan. Saya sudah merasa cukup untuk bisa dijadikan  bahan cerita bagi anakku kelak (lagi-lagi ini masalah buah hati). nah, itulah juga mengapa saya terdorong untuk nikah muda.. uhhuyyy.

Koass belum selesai? Hahaha. Ini salah satu alasan penguat sih kenapa saya ingin nikah muda. Saya sudah tau, dunia koass dalam kedokteran gigi adalah yang paling berat. Ini adalah langkah yang paling serius yang menentukan masa depan kelak seperti apa. Para dokter pun menganjurkan agar nikahnya setelah koass saja. Haha. Tapi menurutku (lagi-lagi based on me, karena toh ini hidupku~), menikah saat koass adalah hal yang paling tepat. Hahaha. Selain karena memang mau nikah muda, dunia koass itu adalah dunia kejam, maka dengan memiliki tempat yang bisa menjadi tempat sampah, juga penghibur hati yang duka dan merana, saya harapnya bisa lebih legowo dengan semua siksaan koass. Nah, trus gunanya sahabat-sahabat mu apa? Haha. Sebagian “keluarga baru” yang saya temukan akhir-akhir ini juga memiliki susah di hidupnya masing-masing. Saya sudah merasa cukup membuat mereka susah dengan masuk dalam kehidupan mereka semua.

“love is composed of a single soul inhabiting two bodies”

Seperti kata Bang Aristoteles ini, cinta itu terdiri dari satu jiwa dalam dua raga. Ah, asek sekali kata-katanya bang yaaah. Saya harapnya sih dengan menikah, saya punya seseorang tempat saya menuangkan segalanya, segala amarah, nangis-nangis, kasih sayang, manja, mengeluh, kemampuan masak, hobby nonton, dengar music, beli buku, pokoknya segalanya dengan dirinya nanti. Juga dengan semua hal yang ingin saya ceritakan kepada dunia tapi tak bisa. karena saya, sejujurnya memiliki cerita satu kunci-kunci dunia dan saya belum menemukan orang yang tepat untuk bercerita tentang hal itu.  Ah, iyya, juga dunia koass itu butuh biaya yang banyak. Hahaha. Bukan matre, tapi realistis. Hahah. Dengan menikah sebetulnya kondisi keuangan bisa cukup stabil (makanya saya cari pasangan yang sudah kerja yaaaah), bukan alasan bahwa orangtua tidak mampu membiayai koassku, saya yakin mereka mampu, dan bagi saya semua anak memiliki rejekinya masing-masing,  tapi setidaknya dengan menikah, mereka bisa lebih fokus dengan kehidupannya sendiri. Sudah cukuplah fokus orangtuaku kepadaku selama ini. Biarlah saya dan dunia koass itu bersama dengan pasanganku, meski saya yakin, mereka (orangtuaku) tak akan pernah lepas tangan dengan pendidikanku.

Ah iyya, terakhir. Masalah budayaaaaa.. aaaaakkhh. Anak Makassar belah. Meski tidak semahal orang Bugis di sanaa, tetap saja saya berfikir tentang uang panaik. Hahaha. Saya sejujurnya hanya takut jika pendidikan saya lebih tinggi lagi, maka para cowok-cowok diluar sana akan takut untuk datang  melamar (atau minder?). huhu. Terlebih lagi, saya masih dalam kalangan keturunan Daeng, anak Terakhir pula, yang paling disayang. Saya takut dengan segala status social yang ada saat ini. Huhuhuhu.

Kalo ada yang melamar, mau nikah nda?

MAU. Eh. hahaha

Well, entahlah apa yang terjadi jika betul-betul ada lamaran dan saya kan nikah tahun ini. Seriously? Hahah. Meski pada kenyataan toh belum ada lamaran yang betul-betul sampai kerumah, tapi kalo misal dia bisa menjadi imam yang baik, bisa terima saya dengan segala kekuranganku, nda malu-maluin dibawa arisan, juga memiliki masa depan yang cerah, dan terlebih jika lulus spesifikasi dari keluarga saya, yah kenapa harus menolak? Hahahaha.

Oh iya, untukmu. “wanita dipilih Karena masa lalunya, dan pria dipilih karena masa depannya”

Juga ada sebuah pesan yang diberikan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW untuk disampaikan kepada ummatnya, “ Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik.” (Qs. An Nur:26)

Ah, makanyaaa, yuk memantaskan diri..

Karena jodohmu adalah cerminan dirimu.. hahaha (berarti jodohku nanti akan Jabe juga yah? Hahah. Diliat nanti sajalah, saat akad tiba~)

ah syudahlah. mari kita sudahi percakapan malam ini. utang nulis saya masih ada? ehm? em,,? kayaknya tiga kan yah? ahahahah. entah berapa. yang jelas bukan satu kunci-kunci dunia. hahahahha.

-Kiss and Hug, dariku yang sedang menanti lamaran~

Saya penyaLA(PAR)

Assalamu’alaikum, ukhti, akhi~

Halooo, haii..

“Salam menyala, nyala~”

Ini adalah tagline yang selalu tersisip di setiap kicauan awal salah satu gerakan keren di Kota ini. Yap, Penyala Makassar!! (horraaaaayyyy, everybody standapplause)

Jadi, hari ini katanyaaa adalah welcoming party bagi kami-kami, para volunteer yang bergabung di penyala dan telah menyukseskan satu kegiatan dan prokernya penyala, di keluarga besar penyala Makassar. Bahasa kerennya adalah piknik penyalaa.. wuhhhuuuu.. piknik, uyyeaaayy.. meski saya bukan workaholic, juga bukan mahasiswa yang sibuk tugas akhir, apalagi ibu rumah tangga yang sibuk urus suami dan anak (belum nikah, semoga di segerakan ketemu dengan jodohnya, Aamiin), kata-kata piknik selalu saja timbul ekspektasi bakal heboh-heboh, main air, main tanah. Hahaha.

Nah, awalnya kan ngumpul di MCD, tapi berhubung sekarang sementara stay di Rumah, di Limbung, jadinya saya nyusul tim pendahulu saja (kak Udpa, Kak Fanny, dan Kak Bila juga Kak Tiny). Tempat pikniknya adalah di RHD (Rumah Hijau Denassa).

Karena sementara berhalangan dan diharamkan sholat, saat bangun subuh karena dengar adzan subuh, yang saya lakukan adalah cek hp (berharap ada chat yang bilang bakal datang lamaran di rumah hari ini, eh), cek jam dan tidur kembali. Hahaha. Begitu bangun lagi, ternyata saya kebablasan. Bangun pukul 07.07, kak tiny sudah berangkat dari rumahnya dan saya, baru saja mengumpulkan nyawa. Mendengar di kamar sebelah, si Ian sudah bangun, jadi saya ke kamar doi, maen-maen sebentar dengan dia, lalu ngebabu sedikit, dan mulai mandi. Intinyaaa, jam 8 teng saya baru segar, siap-siap mau pergi dan baru sadar ternyata kuota di mifi pun hape habis semua. Jadinyaaaaaaa, saya bingung, mau hubungi kak tiny tapi kuota habis dan pulsa sekarat. Huhu. Pasrah, berharap penjual kuota depan sana sudah buka.

Tedeeeett.. saya tiba di Rumah Hijau Denassa itu sekitar 08.45. tempatnya serius, keren. Diberi sedikit arahan oleh Dg Nassa (saya yakin, ini nama daeng nya. Jadi beliau saya panggil Dg Nassa saja yah), ternyata teman-teman penyala dari Makassar tiba hampir pukul 10.00 (atau pukul berapa sih? Saya lupa-_-)

Sempat foto-foto bareng sebelum kegiatan “piknik”nya dimulai, saya sampai sekarang belum dapat fotonya. Hahaha. Kemudian kami pindah ke area sebelah, bermain games. Inti gamesnya adalah bagaimana cara pesertanya kenal satu sama lain (meski pada ujung-ujungnya, saya lagi-lagi jarang dengan mudah mengingat nama juga tampang orang lain), akhir gamesnya kami di bagi menjadi 7 kelompok. Saya, sekelompok LAGI dengan kak Tiny (daeng Rewa), Kak Udpa, Kak Nunu, Kak Nurul dan adek Muti dari kelas Komunitas RHD. Sedikit lanjut games, kemudian forum di ambil alih oleh Dg Nassa. Disini sepertinya pembagian kelompok yang dilakukan sebelumnya seperti tidak berguna yah? Hahaha. Maksud saya, selain membuat kami lebih kenal lagi, trus apa dong?

Nah, sebelum di ambil alih oleh Dg Nassa, saya sebetulnya sudah sangat-sangat merasa lapar. Mungkin karena hari kemarin saya cuman ketemu bakso dan coklat, tak pernah bertemu dengan nasi, juga pengaruh hormon akibat halangan makanya suka makan, juga karena telat bangun dan tak sempat memikirkan makanan, jadinya perut di cacing-cacing (atau cacing-cacing yang diperut?) demo sedari paginya. Dan sedihnyaaaaa adalah, saya tak membawa bekal sedikitpun. Tak ada permen (yang biasanya selalu nyangkut dalam tas), juga tak membawa air minum. Disekitar juga tak ada orang yang sedang mengunyah, ditambah lagi games yang banyak bikin ketawa, membuang energy dengan berdiri, dan akhirnya saya menyerah. Teman-teman penyala lainnya excited, pake banget, saya? Hanya duduk dengan kak tiny (yang selalu saja merasa lapar) menunggu penjelasan Dg Nassa yang sebetulnya keren. Tentang tanaman-tanaman di RHD yang memang banyak, beragam, tapi sayangnya lapar membuatku tak fokus. Hahahaha

Nah, jam 12 lewat, Adzan berkumandang. Cerita Dg Nassa tentang Tanaman-tanaman kerennya pun usai. Teman-teman penyala yang lain bergegas sholat, sementara saya dan kak tiny bergegas mencari penolong perut lapar. Hahahahah. Setelah sholat, dan juga perut sedikit terganjal, kami lanjut makan siang yang ternyata ditemani oleh hujan yang tak kunjung berhenti hingga acara berakhir.

Yang lucu, adalah saat makan. Sayaaaa, iyaa, sayaaaa, yang selalu TIDAK menghabiskan makanan jika di sediakan oleh orang lain, kaget melihat porsi makanan yang disediakan. Terlalu banyak lauk juga nasi, dan sayurnya kurang L dan tanpa sendok. Sekali lagi, T-A-N-P-A S-E-N-D-O-K. untuk makanan dengan kuahnya. Hahahaha. Seriously, saya sangat bingung, bagaimana cara memakan sayur berkuah itu jika tanpa sendok? Hahahahah. Untung kak tiny punya ide yang sangat brilian (bisami dapat penghargaan kak Tiny). Hahahaha. Posisi lunch-eco-box nya di miringkan biar kuah sayurnya turun ke nasi. Hahahahaha. Ini sumpah, ide gila yang luuucccuuuu sangat. Hahaha. Dan saya turuti. Hahaha. Btw, salah satu aturan di RHD, kita harus menghargai makanan jadi makanan yang disediakan HARUS di habiskan. HARUS guys! Iyyaaa, HARUS! Dan saat itu, kak Oky tidak ada, kakak yang selalu saja mampu menampung banyak makanan dalam lambungnya, dan saat itu juga kami (khususnya saya, Kak Udpa dan Kak Tiny) rindu dengan kehadiran abang-abang jenggot ini. Hahahah. Tapi, untung Kak Udpa, kakak yang Baek Hati, tidak sombong dan pemakan sabun, hahaha, mengambil 2 suap nasi dari lunchbox ku juga mengambil tempe yang sisa setengah (maaafkan aku, maafkan karena makan sisanya Inces L maaaaaafff), kemudian saya bertukar cah kangkungnya kak tiny (fyi, sayaaa sukaaaa sayur kangkung <3) dengan perkedel punyaku. Lauknya masih ada ayam. Hingga 1 suap lagi untuk menghabiskannya, saya, tiba-tiba saja, menggigit bibir sendiri (yaiyyalah bibir sendiri, masa bibir orang di sampingku? Nda mungkin lah-_-) rasanya perih, (yang mau cari pasien sariawan, nih, kayaknya saya besok bakal sariawan hahahah), dan saya, berusahaaa untuk menghabiskannya, hinggaaaa tetes terakhir. Dan voilllaaaaaa.. lunch nya habis guys! Habisss! Yeaaayyy..

Setelah makan, ternyata Dg Nassa masih melanjutkan ceritanya. Kali ini beliau bercerita tentang sejarah-sejarah. Karena bersampingan dengan kak udpa dan Kak tiny, storytelling Dg Nassa betul-betul tak ada yang masuk di telinga sayaa. Saya juga asyik bercerita dan menertawai hal-hal absurd dari dua orang ini. Hingga pukul 14.16, Dg Nassa menutup storytellingnya lalu lanjut oleh sang Koordinator penyala yang sedari tadi duduk disamping saya itu. Hahah. Akhirnya, di agendakan lah puscer (pustaka ceria) di bulan Maret sebagai akhir program kerja dari si Koordinator cerewet ini. Hahaha

So, hows the end? Saya, pulang ke rumah barengan dengan kak udpa, kak tiny dan kak Ama. Meski tetap saja, seperti yang saya bilang sebelumnya, saya adalah orang yang susah mengingat, jadi, kenang-kenangan yang saya peroleh hari ini adalah membedakan nama-nama kakak-kakak di Penyala yang sebetulnya masih terlihat kurang interaksi dengan kami yang anak baru ini (ini pandangan pribadi loh guys.. hahahah). Tapi, apapun itu, semoga, saya, juga kamu, bisa betah di gerakan menyinari dunia ini dengan buku-bukunya.

Eh iya, karena saya perannya sebagai komentator bola, bisa tidak untuk piknik-piknik selanjutnya kita betul-betul piknik? Tanpa HP di tangan, tanpa baju kemeja, hanya baju kaos dan pakean yang nyaman, bermain dengan tanah, lumpur, juga air? Atau kejar layangan putus juga boleh, asal jangan kejar cinta yang putus, soalnya jodoh mah ga bakal kemana. Jodoh di tangan Tuhan, kan? Deeeeeehh, ambi meki itu di tangannya Tuhan.. hahah. (ah, receh~)

Ah, waktunya tidur yah?

Ya sudah. Kayaknya postingan saya sudah melebihi 3 paragraf kan? Hahaha..

Selamat tidur, semoga besok pagi, awal minggu, menjadi awal yang selalu menjadi penyemangat buat saya dan kamu.

Juga semoga Tuhan selalu melindungi aku dan kamu, jodohku. Eeaaaa.. cepat-cepat meki ke rumah. Hahaha. jangan meki tunggu Lebaran tiba.. hahahhahahahahhahaha

-Kiss and Hug

 

Change

“If you can see your whole life, from the beginning to the end, what will you do? would you change it?”

ini sebetulnya pertanyaan yang terlintas ketika Dr.Banks di film Arrival yang saya nonton tempo lalu juga bertanya kepada calon teman hidupnya.

“Dr. Louise Banks: If you could see your whole life laid out in front of you, would you change things?”

itu sih isi pertanyaan aslinyaa.

dan, di akhir movie itu, ternyata Dr.Banks itu menerima semua takdirnya. dia menerima kehidupan selanjutnya, meski akhirnya ia telah tahu bahwa ia akan bercerai dengan suaminya (si calon teman hidupnya dulu), bahwa ia akan memiliki anak yang cantik, dan akan ia besarkan seorang diri. ia menerima semua takdirnya~

nah, lantas bagaimana jika saya juga di beri gifts seperti itu?

saya sudah bertanya ke beberapa orang, ada yang menjawab secara sarkas “kalo enak ji hidupku nanti, kenapa harus saya ubah?” juga ada yang tetap menerima takdir, mengacu pada agama.

dan, ketika pertanyaan itu juga saya tanyakan kepada diriku sendiri, jawabannya, saya hanya akan mengubah sedikit kejadian dimasa lalu. hanya sedikit. selebihnya akan saya terima dengan lapang dada.

terlalu banyak hal yang perlu saya sesali sebetulnya, yang mungkin saja dapat mengubah hidup saya, andai saja saya melakukannya pun tidak melakukannya. misalnya, andai saja saya melanjutkan SMP di makassar (dekat dengan mamak-bapak), juga andai saja saya berkuliah di STKS Bandung (bisa traveller kemana-mana karena sekolahnya penuh dengan kehidupan dan tentang sosial), atau andai saja saya juga ikut pengkaderan BEM hingga akhir (bisa jadi anak BEM seperti rencana awal kuliah) atau andai saja andai-andai yang lain. ah, seperti yang saya bilang sebelumnya, terlalu banyak kata andai dan jika di dunia ini semua pengandaian, maka tak ada ujian berat, tak ada namanya tangis karena penyesalan, juga tak ada lagi sedih-sedih karena semua berjalan sesuai pengandaian, juga tak ada lagi pelajaran hidup yang berharga. itu semua tak ada.

tapi, saya hanya akan membuat pengecualian pada hari itu, ketika baru saja beradu mulut dengan bapak (jangan tanyakan mengapa dan bagaimana kronologinya) hanya itu yang ingin saya ubah, hanya agar hati saya menerima kejadian-kejadian yang telah terjadi setelahnya. selebihnya, lagi-lagi akan saya terima dengan hati lapang. jika saja saya mengubahnya, mungkin kita tak bakal bertemu, bukan? bisa saja saat ini saya masih berkutat dibangku kuliah, saya tak mengenal Bidadaki, lem Alteko, sahabat squad, UKM KPI, A+, tim Alfha, dan teman-teman lainnya. bisa saja saya bukan menjadi seorang dokter gigi, melainkan seorang guru atau pekerjaan lainnya. pun bisa saja saat ini saya sudah menikah, dan lain sebagainya. semua bisa saja terjadi. dan semua hanyalah sekedar pengandaian. lagi-lagi, ini hanya sebuah pengandaian.

tapi andai saya di berikan gifts seperti itu, sepertinya seru. hahaha. saya sudah tau akan berjodoh dengan siapaa.. hahahahahhahahha (berjodoh dengan siapa? ini selalu yang saya tanyakan pada diriku sendiri. meski pada akhirnya belum ada jawaban yang dapat saya terima). tapi juga membosankan karena hidup sudah terlihat jauh sebelumnya. kita tidak bakal melalui nano-nanonya kehidupan, pun juga tak mengerti arti perjuangan.

ah, sudahlah. perut saya sepertinya lapar. seharian hanya makan bakso dan coklat, juga makan kata-kata gendut dari semua orang-___-

selamat malam minggu,.

-Kiss and Hug♥♥♥

I’d Lie

I could tell you his favorite color’s green
He loves to argue, born on the seventeenth
His sister’s beautiful, he has his father’s eyes
And if you asked me if I love him,
I’d lie

-I’d Lie, Taylor Swift

Pernah tidak dapat lagu yang sesuaaaaaaiii banget sama situasi mu saat itu?

yap..

duluu, duluuuuu banget. waktu masih menjadi penggemar “matahari”, lagu ini, betul-betul kennaa. hahahah.

saya dulu sampe tau tanggal lahirnya, cerita asal usul namanya “matahari”, keluarganya bagaimana, sifat bapaknya gmna, sifat emaknya gimana. sampe masa lalunya, disaat ia sedang “rusak-rusak”nya, di saat ia sedang terpuruknya, cerita tentang mantannya, cerita tentang apa yang membangkitkannya dari “kubur”, pokoknya semua.

bahkan jokes kami sama. selera humor yang sama. menertawai hal simpel tapi lucu. mencela hal-hal aneh, yang bahkan hanya melalui tatapan mata, saya sudah mengerti hal apa yang membuatnya lucu, dan langsung tertawa. ah, bercerita tentang masa lalu itu terasa menggelitik bagamanaaaa begitu.

hingga teman-teman pasti juga merasa hal yang sama. mereka pasti juga merasakan kami dekat. dan selalu bertanya tentang hubungan kami berdua. tentang perasaanku sebenarnya.

dan jawabnya adalah, I’d Lie.

tak usah tanya model ketidakjujuran ku kepada mereka semua. karena pada akhirnya, pun perasaan bisa bergeser juga timbul-tenggelam, karena seperti sebelum-sebelumnya, ssungguhnya Tuhan Maha Membolak-balikkan hati manusia.

ah, sudahlah bahas masa lalu. toh pada akhirnya kita hidup dimasa sekarang, bukan?

jadi biarkan cerita itu lewat, juga biarkan aku tetap suka sama lagu “i’d lie” ini.

-kiss and hug

Tak Jelas 02

“Experience is the teacher of all things.”
Julius Caesar

lagi dan lagi saya banyak utang menulis.

kalo melihat judulnya, sepertinya saya akan bercerita tentang masa lalu lagi~

yap. kali ini saya akan bercerita tentang masa-masa sekolah, berseragam putih abu-abu

ada satu nama yang selalu membekas ketika saya menyebutnya, dan nama ini sepertinya banyak di lingkungan kita. Suleha. Sholeha. Sulaiha. atau bagaimana pun penulisannya, orangtuanya berharap mereka putri-putri yang berada dan selalu dijalan yang lurus. Amiin.

nah, Kisah ini juga tentang guru saya, Ibu Suleha juga teman saya, Vivi.

Awal masuk di lingkungan putih abu-abu, saya di tempatkan di salah satu kelas, namanya kelas X.Anggrek, diantara 10 kelas bernama macam-macam bunga lainnya. (Kepala Sekolah berkata bahwa pemberian nama berdasarkan bunga ini sebagai bentuk pemerataan sosial, agar tidak ada kelas yang merasa unggulan dan tidak diunggulkan, meski pada kenyataannya, kelas kami selalu saja di sebut-sebut sebagai unggulan). Karena bersekolah disebuah kabupaten yang daerahnya tidak begitu luas, lagi-lagi sebagian besar teman yang saya temui di putih abu-abu adalah mereka yang saya kenal di jenjang putih-biru sebelumnya.

X. Anggrek. itulah nama kelasku dahulu. berjumlah 35 orang, dengan pribadi yang random pula. ada yang sering heboh sendiri, ada yang pendiam, ada yang gaya nya selangit, ada penyuka korea dan teman-temannya, juga ada yang nampak tapi seperti tidak nampak. haha. dahulu saya hanya kurang kenal mereka yang berbeda sekolah denganku di jenjang Putih-Biru.

ah, Gurunya. disini pertama kali saya juga mengenal si Guru Kimia (yang saya ceritakan dahulu), juga guru-guru lainnya dengan berbagai macam perangainya. juga Ibu Suleha. Beliau adalah guru PKN namun sangat agamais. (Ada sebuah tradisi yang selalu diterapkan di setiap sekolah yaitu pembacaan Asmaul Husna serempak di pagi hari, biasanya dipakai sebagai pengganti apel pagi) dan beliau, Ibu Suleha selalu saja datang pagi, melaksanakan Dzikir Asmaul Husna kemudian berkeliling disetiap kelas. Jika ada kelas yang ribut saat pelaksanaan Dzikir, maka Ibu Suleha akan masuk mengawas di kelas tersebut hingga Dzikir selesai juga ditambah Kultum olehnya. Sehingga dulu, banyak yang takut dengan beliau ketika Dzikir pagi dilaksanakan, takut dengan Kultumnya itu.

Ibu Suleha sebetulnya baik. (mana ada guru yang tak baik, kan?). beliau selalu menyisipkan nilai-nilai agama disetiap mengajarnya. pernah sekali, beliau mengajar kami (karena guru PKN untuk kelas kami, berhalangan hadir). Tapi beliau tidak mengajar. selama jam pelajaran yang berlangsung, beliau hanya bercerita, memotivasi kami agar menjadi anak yang disiplin, menjadi anak yang berbakti, bagi orangtua juga berbakti kepada guru-guru yang disekolah. juga beliau bercerita tentang karma. beliau mengatakan bahwa pernah ada siswa yang mengejeknya, tapi beliau tidak dendam, dan hanya membiarkan hukum karma berlaku, hingga akhirnya si siswa tersebut akan mendapatkan ganjarannya sendiri dari Allah SWT, begitu kata beliau dengan nada halusnya, mengalun-alun lebut hingga membuai bagi ku ingin tertidur. gaya penyampaian cerita selalu saja begitu, selalu nampak seperti sedang berceramah. hingga pelajaran berakhir, beliau akan menutup ceramahnya juga dengan salam.

nah, Suatu pagi, (seingat saya hari itu hari senin, setelah upacara bendera selesai), saya kabur ke kantin paling ujung sekolah (ternyata saya dulu agak-agak tak tahan lapar). kemudian kembali ke kelas, namun anehnya, kelas itu sudah dimasuki guru yang seharusnya bukan mengajar, dan beliau sedang marah-marah di kelas. tak mau terkena semprot, saya memilih untuk tinggal saja diluar kelas hingga sang Guru keluar kelas. ternyata Guru itu adalah Ibu Suleha. begitu beliau keluar kelas, lantas saya diam-diam masuk kemudian bertanya-tanya, ada apa gerangan?

ternyata, kelas kami berulah. hahaha. (katanya unggulan-_-) hahaha. katanya, begitu upacara selesai, saat pelajaran baru dimulai, Ibu Suleha ini melintas di depan kelas kami, ingin menuju kelas XII IPS yang berada seberang gedung dari kelas kami. salah satu teman kami, ingin membuang sampah (biasanya ada yang berjaga di depan pintu, mengawasi kalo-kalo ada guru yang datang, agar kelas kami segera diam), lantas melihat Ibu Suleha berjalan dari kelas sebelah menuju depan kelas kami, lalu berteriak “Awas, ada Sule!!!“. hahahahah. konyol. (waktu itu sedang ngetrend drama komedi si Sule, dengan jargonnya “prikitiew” hahaha). kemudian si Teman itu lantas masuk, teman-teman yang lain pun duduk dengan rapi. ternyata, teriakan “awas ada sule” ini terdengar oleh Ibu Suleha. itulah mengapa ibu Suleha ini masuk marah-marah ke kelas kami.

dan tenyata begitulah yang terjadi. teriakan “awas ada sule” ini terdengar oleh ibu Suleha dan beliau merasa dirinya diejek. yang berkata seperti itu adalah salah satu teman kami, namanya Vivi. niatnya adalah bercanda, sebagai peringatan untuk kelas kami diam agar tak dapat Kultum dari Ibu Suleha. tapi apalah daya, Ibu Suleha ternyata mendengar, bukan hanya kultum, tapi marah-marahnya Ibu Suleha mereka dapatkan. untung saja saya tidak masuk ketika beliau sedang marah.

pelajaran pun berlanjut, namun semua guru ternyata telah mendengar berita insiden “awas ada sule” itu. sehingga hari itu, hanya pelajaran matematika yang berjalan seperti biasa. guru-guru lainnya yang masuk mengajar dikelas kami. masuk dikelas kemudian memarahi pun menasehati kami semua.

lalu, How its end?

pada akhirnya, di hari yang sama, kami tak menunjuk Vivi untuk meminta maaf sendirian. kami tidak setega itu menunjuknya sebagai sang pelaku. lantas kami sekelas meminta maaf langsung kepada Ibu Suleha, di Ruang BK. disana, kami dinasehati habis-habisan. ruang BK seketika jadi ruang belajar kami. masalah kami kemudian selesai ketika kami semua menyalami tangan Ibu Suleha, kemudian dengan rasa bersalah masuk ke ruang kelas kembali.

Lalu, apa yang terjadi dengan Vivi?

ahahahah. seminggu kemudian, siang hari di saat tak ada guru yang masuk, dia sedang duduk di meja guru, bermain HP. kemudian, angin berhembus kencang masuk ke dalam kelas, menjatuhkan gambar “pancasila” dengan bingkainya dan mengenai “pas” kepala si Vivi. mungkin Ia merasa sakit atau malu, yang jelas setelah tertimpa “Panacasila” itu, dia lantas menanggelamkan kepalanya, sepertinya ia menangis.

Salah satu teman kami pun menyahut, dengan nada bercandanya, “mungkin karma-nya Bu Suleha itu..” hahahahah. dan saya pun ikut tertawa.

Hingga saat ini, mendengar kata Sule, yang selalu saya ingat adalah peristiwa ini. pun juga ketika waktu reuni tiba, kami selalu menertawakan hal ini. hal-hal konyol yang terjadi di Putih-Abu-Abu. oh, Iya. Januari adalah bulan kelahiran si Vivi ini. Yaumuli Milad, pipi 🙂

Jadi, pengalaman adalah guru terbaik, Bukan?

hahahahahah..

salam,”awas ada sule”

♥♥♥♥

 

Dibas

Namanya Andi Baso Sawerigading

U can call him Dibas.

Ah, dia adalah salah satu penghuni UKM KPI yang mengerikan.

Kenapa mengerikan? Karena dia menjadikan sekretariat bagai rumahnya. (Sebetulnya tidak masalah sih, sekret adalah rumah, bukan? Meskipun rumah ilmiah sih) nah, dia adalah sosok-sosok penghuni terakhir, julukannya. Dia selalu berada di detik-detik terakhir rumah ilmiah menjadi bukan rumah lagi karena penghuninya pulang ke rumahnya masing-masing.

Melihat tampangnya, kamu akan berfikir bahwa dia adalah angkatan 2010 yang masih nyari-nyari judul untuk menyelesaikan tugas akhirnya, hahaha. Padahal dia sedang menuju semester 5 untuk periode ini. *Im serious* tinggi,hitam, manis, dengan rahang yang tegas adalah ciri-cirinya.

Sekarang, dia berada di Teknik pertambangan. Mungkin ajaran dari Teknik, atau memang dari sononya, dia salah satu kader yang terhitung loyal. Tak jarang, ketika saya pulang larut malam karena clubbing *padahal pergiji nonton*, dia yang mengantar saya pulang sampe kosan dengan selamat.

Ah, Dibas. Hahaha. Dia adalah sosok-sosok yang rajin berdiskusi juga membaca. Jika kamu mengunjungi sekret, maka kamu akan melihatnya sedang membaca buku, atau sedang menulis sesuatu di buku saktinya, atau sedang berdebat, berdiskusi dengan oranglain. Sama dengan malam ini. Setiba di Sekret, dia sedang membaca buku Dunia Sophie. Saya tertarik dengan bukunya yang bercerita tentang dunia filosofi. Merembes ke Toko Buku tempatnya membeli, kami akhirnya berbicara tentang cinta begitu Sem (Si Sekum, juga penghuni rumah ilmiah) datang. Sem juga penganut paham-paham diskusi. Saya, yang selalu tertarik untuk mendengarkan orang bercerita dengan pahamnya masing-masing, lama-lama mengundur waktu pulang. Kami bercerita tentang hakikat cinta, bahwa cinta adalah sesuatu yang tak bisa diukur karena tak ada alat ukurnya sehingga cinta itu nonmaterial. Bahwa cinta terdiri dari tiga tingkatan, yaitu Cinta fisik, cinta karena membutuhkan, dan cinta tanpa pembalasan. Bahwa cinta sejati yang tak memandang dan tak mengharapkan pembalasan adalah cinta seorang ibu kepada anaknya. Ah, pada akhirnya kami membahas masalah Nikah. Hahaha.. ketika akhirnya saya membuka sebuah blog yang mengkategorikan menikah dalam 3 golongan, wajib, sunnah dan mubah sementara berdasarkan ilmu yang Dibas peroleh bahwa menikah itu hukumnya sunnah, dalam blog tersebut menyematkan salah satu wahyu Allah dalam Q.S An-Nuur ayat 32, yang membuat saya sangat terperangah adalah Dibas lantas membuka tas laptopnya yang ternyata bukan berisi laptop, melainkan berisi sebuah Alquran beserta terjemahannya. Dia lantas membuka ayat yang di maksud dalam blog tersebut kemudian membaca terjemahan berikut ayat-ayat sebelum dan sesudah ayat tersebut untuk meyakinkan dirinya. Ah, Dibas. Penampilannya yang acak-acakan seakan-akan sirna di hadapan ku. Dulu, yang saya anggap dia beragama Non Islam, lantas tersingkir sekarang. Lagi-lagi banyak orang yang tak berhak kita nilai hanya melalui penampilannya saja…

Sebagai penutup, yuk baca sedikit quote dari Nicholas Sparks:

You’re going to come across people in your life who will say all the right words at all the right times. But in the end, it’s always their actions you should judge them by. It’s actions, not words, that matter.

 

img_20170111_010645

Sebagai bonus, ini ada satu foto yang saya peroleh ketika Dibas, orang yang saya kira Nonis dulu, lantas membukakan saya Al quran yang ia bawa sendiri dari rumahnya~

 

Tak Jelas 01

“I cannot teach anybody anything. I can only make them think”- Socrates

Hallo hay.. Assalamu’alaikum akhi, ukhti 🙂

Ilmu, menghasilkan sebuah pengetahuan. ah, teori ini terlalu sering di ungkit-ungkit, apalagi bagi mahasiswa yang sedang mengikuti jenjang pengkaderan.

lantas bagaimana jika Ilmu yang kita dapat diperoleh dari orang yang memiliki tingkah yang salah?

sedikit mengingat.

saya, punya seorang guru Kimia waktu SMA. Beliau mengajarkan Kimia dengan cara berbeda, mengenalkan kami untuk menyukai Kimia pertama kali dan berkat beliau,  Kimia itu seru. Di dalam pengajaran, beliau bertingkah layaknya guru yang killer, melempar spidol menjadi hobinya ketika ada yang sedang bercerita, atau membuat quiz yang seru dan iming-iming free untuk ikut ujian harian, juga membawa kayu untuk mengagetkan kami, mengembalikan fokus kami. dan kami semua? senang dengan metode beliau. dan ketika jam pelajaran berakhir? kami menjadi teman. Beliau yang umurnya mungkin tak terpaut jauh dari kami, menjadikan kami nyaman bercerita dengannya. tak jarang, ketika jam Istirahat, beliau mengitari sekolah, ikut nimbrung dengan kerumunan anak-anak yang sedang berkumpul untuk sekedar bergosip. Jika Ujian datang, kami selalu saja tersenyum ketika melihat inisial namanya di belakang soal, tertanda beliau yang menjadi pengetik soal tersebut. Hal-hal yang lucu ketika orang yang selama ini tempat kami curhat tentang mata pelajaran ternyata mengetahui soal ujian tiap semesternya.

setahun diajar beliau di tahun awal, memang menjadikan Kimia terlihat gampang dan menyenangkan. sehingga tak menjadi hal yang sulit ketika masuk di tahun kedua di SMA. tapi, yang aneh adalah tingkah guru itu. beliau “mulai nakal”. ah, mengikuti pesta ulangtahun itu tak menjadi masalah. toh beliau juga sering bergabung dengan kami-kami ketika ada acara-acara seperti itu. tapi menjemput? dan mengantar pulang? hanya satu siswi? dan hampir setiap hari? itu hal yang berbeda lagi. mengingat beliau sudah mempunyai istri, juga anak-anak yang katanya usianya saling berdempetan, masih kecil-kecil. lagi-lagi, saya tak mau berburuk sangka. anggap saja mereka hanya dekat layaknya seorang bapak dan anak. lantas suatu hari di siang terik sepulang sekolah, di Lab Komputer tempat Beliau sering menunaikan tugasnya, saya iseng mengunjunginya, menunggu rapat-rapat Osis (ah, rindu pake almamater biru tuaaaa).. si Bapak Kimia ini juga ada disana, duduk didepan komputer dan mengetik sesuatu. beliau membelakangi pintu masuk. begitu saya ingin membuka sepatu, lantas si Siswi ini datang, menyergap bapak Kimia itu dari belakang, dan menutup mata bapak itu (dengan mesra) dan tertawa, juga Bapak Kimia itu. saya yang awalnya ingin iseng dengan beliau, mengganggu waktu kerja tambahannya lantas mengurungkan niat, berbalik ke Ruang Osis untuk rapat-rapat jenuhnya. ah, Gosip yang beredar bahwa mereka pacaran, dengan apa yang kulihat di depan mataku adalah sesuatu yang sejalan, dan itu membuatku shock.

Saya hanya tak mau ambil pusing. saya mengenal siswi itu, dia pendiam, juga mengenal Bapak Kimia yang sangat saya kagumi ini. tapi tingkah mereka diluar batas kewajaran, sehingga mau-tidak mau berita gosip itu terdengar seantero sekolah. Guru-guru pun telah mendengar gosipnya, bahkan ada seorang guru (yang notabene memiliki hubungan keluarga dengan Bapak Kimia itu) melabrak siswi itu, mengancam dan memarahi si siswi itu. juga si Bapak Kimia, berulangkali di tegur oleh guru lainnya. Tapi mungkin bagi mereka, hanya angin lalu.

hingga beberapa bulan berlalu. sebuah berita di Koran muncul. entah betul atau tidak. siswi tersebut yang dijuluki si “Bunga” telah diambil “mahkota”-nya oleh guru kimia itu. Saat berita tersebut muncul, siswi itu nyatanya telah pindah ke sekolah lain, keluar daerah, sehingga tak bisa kami cari tahu kebenaran infonya. juga Guru itu, telah beberapa hari tak masuk mengajar, hingga dikabarkan beliau telah di keluarkan dari sekolah.

saya pernah bertemu dengan beliau, suatu hari di depan pasar ketika saya telah duduk di bangku perkuliahan, saat itu tampang beliau masih sama, kurus dan tingginya juga masih sama, dengan senyum yang sama ketika menjaili kami-kami. beliau memanggil namaku, masih mengingatku. haha. ku salami tangannya. sekedar basa-basi yang basi, beliau menanyakan keadaan ku, kuliah dimana, semester berapa, tingkahnya pun masih sama, lantas kami berpisah dengan sebuah tepukan tangan. lagi-lagi tingkah gaul beliau tak berubah.

pun hingga saat ini, saya tak pernah lagi mendengar kabar beliau. di Postingan facebook nya, sepertinya beliau telah menikah lagi, atau berencana menikah lagi. entahlah.

terlepas dari apapun  itu, saya sebetulnya sedikit kecewa dengan beliau. andai saja dulu beliau begini, begitu dan begini, mungkin saja hidup beliau baik-baik saja, masih menggunakan seragam PNS, juga mengajar Kimia di tahun awal adik-adikku di sana, juga masih mengetikkan soal-soal bahan ujian. juga tak habis fikir dengan tingkah siswi itu. bagi saya, tak bakal ada asap jika tak ada api, atau kucing mana yang tak lapar jika diberi ikan? hahah

ah, sudahlah. sebuah pelajaran hidup bagi kita sebetulnya. biarkan Ilmu yang pernah beliau ajarkan menjadi sebuah amal jariyah bagi beliau.

“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang jelek” (Al Qur’an Surat Al Isra :32)

Cinta Monyet Part 1

“Are there any more beautiful words in the English dictionary than ‘see you tomorrow’?”
Jennifer Flackett,

Hay, hallo, hay, hallooo everyone!

lagi-lagi eike utang banyak tulisan -_-

tapi entah kenapa, sepanjang perjalanan pulang dari Kosan menuju Rumah yang terfikir adalah eike mau nulis tentang cinta monyet. hahahhaha

jadi sempat nyari-nyari di Abang Google apa sih itu cinta monyet? jadi cinta monyet katanya adalah perasaan cinta yang terjadi pada sepasang anak muda ketika masa remaja. juga bisa saja sebagai sindiran yang berarti seseorang kurang mencintai pasangannya. nah, pertanyaannya lagi adalah apa itu cinta? apa itu remaja? apa itu mahasiswa? apa itu organisasi? apa definisi dari definisi? ah, okee abaikan.

nah trus kenapa disebut cinta monyet? apa kita memang jatuh cinta pada monyet? atau bagaimana sebetulnya? hm, Eike sebetulnya pernah membaca sedikit artikel yang mengatakan bahwa kenapa di juluki Cinta Monyet, yah karena pada saat itu kita jatuh cinta (dalam hal ini, sebut saja “rasa suka”) seperti monyet. hahah. iyapp.. seperti monyet, perasaannya pindah-pindah, tidak menetap sama 1 orang saja, hari ini suka sama si A, besok sama si B, besok-besoknya lagi suka sama si R *eh

jadi, sebut saja doi mr.X (nanti eike mau cerita ttg mr.G, makanya ada part-partnya). Dulu, eike duduk di Kelas 7.2 sementara eike punya sahabat plus tetangga rumah di kelas 7.7, namanya Putri. (eike dulu waktu SMP, masih culun, belum tau bergaul banyak orang, masih pendiam, masih polos, belum tau pake lipstik) jadi dulu kalo pergi pun pulang sekolah selalu bareng sama si Putri ini.

nah, beberapa bulan setelah resmi menjadi siswa putih-biru (bangga banget nih ceritanya), ternyata ada sebuah perayaan apaaaa begitu di lapangan dekat sekolah, eike lupa-lupa ingat. yang jelas pada perayaan itu ada artis Ibukota (kalo ga salah yeee, kayaknya konser si Ibu-ibu 3 Diva), panggungnya gede yang jelasnya. nah, sepulang sekolah Si Putri ini sudah sangat excited pake banget. jadilah dia ajak diriku ini untuk nonton konser si Ibu-ibu 3 Diva ini (padahal belum tentu juga bisa liat muka mereka secara dekat, pasti banyak orang). dan yah, dari dulu mah suka ngekor-ngekor sama si Putri ini, jadi ajakannya eike iyakan juga.

Setelah magrib, kami janjian buat sama-sama jalan ke tempat konsernya 3 Diva itu (kebetulan dekat). nah, jalan lah eike ke lokasi itu. banyak orang buuu ternyata. Eike jadi terlihat upil di tengah kerumunan banyak orang. jadilah Eike cuman menikmati konsernya dari pinggir lapangan begitu. nah, ternyata diluar sepengetahuan ku, si Putri ini ternyata janjian sama teman kelasnya di pinggir lapangan buat nonton sama-sama. mereka berdua, cowok. yang 1 itu kecil, dekil, kurus, namanya Fachri. nah,teman yang 1 nya itu yang bikin perasaan aneh-aneh menggelitik begitu *pengen muntah* sebut saja di Mr. X. hahaha. pokoknya dia cakep, putih, punya kumis-kumis tipis dulu waktu itu, trus bulu matanyaaaa, auh, cantiiik banget! panjang dan lentik. pokoknya tjakep lah. jadilah mereka gabung denganku dan si Putri ini.

bagi si Putri sih sebetulnya tak ada masalah, si Putri ini dulu masih tomboy, jadi jalan sama cowok yah oke-oke saja. beda dengan diriku, yang sekali lagi pendiam, polos, belum tau kalo dunia sekejam ini. hahaha. jalan sama cowok itu, apalagi ada si Mr.X ada perasaan malu-malu kucing bemanaaa begitu. jadinya saya lagi-lagi jad ekornya si Putri, tak berani dekat-dekat sama cowok-cowok itu.

nah, di tengah orang lagi seru-serunya nyanyi tak jelas, eike tiba-tiba pengen minum, hausss. dan tak ada penjual minuman di tempat saat itu kami lagi berdiri. penjualnya jauh di pinggir lapangan. trus ku bisiklah si Putri buat di temani cari minuman. ah, ternyata dia sedang PW, tak mau diganggu sedang menikmati konsernya Ibu-ibu 3 Diva itu. dan dasar putri yah, baik hati mau di jitak, lantas bertanya ke cowok-cowok itu. ada yang haus tak? temani Jannah cari minuman. saya sih dulu berharap sebetulnya tak ada yang haus di antara cowok itu biar Putri saja yang menemani mencari minuman. tapi apalah daya, beda angan beda pula realita. Si Mr.X menawarkan diri untuk menemani. katanya dia juga haus dan sekalian mau beli minuman juga. Jlebb. perasaan aneh-aneh menggelitik lagi-lagi muncul. ditemani beli minuman sama si Doi. hahahaha.

tak ada apa-apa yang terjadi kemudian. serius. dia hanya membuka jalan bagiku untuk lewat dan eike hanya lagi-lagi mengekor dari belakang dengan memegang seupil baju di lengannya hingga sampai ke penjual minuman. jangan harap eike pegang tangan si doi. bukan muhrim saat itu banyak orang yang sedang berdesakan jadi eike takut untuk melepas genggaman di bajunya (takut diriku hilang, tersesat kemudian di jual di luar negeri. hahaha). Sesampai di penjual minuman, dia lantas mengambilkan ku minuman botol yang langsung saja ku sambar, dan minum hampir setengahnya tersisa. dia, si Doi alias Mr.X, lantas membungkus beberapa minuman untuk si Putri dan Fachri, kemudian meneguk minumannya. begitu ingin kubayar minumanku, ternyata si Doi ini telah membayar semuanya.  perasaan aneh-aneh menggelitik lagi-lagi muncul. haha. untuk pertama kalinya orang yang tak ku kenal dengan baik mengantar, membelikan lalu mengambilkan minuman kepada diriku (dulu, saya memang polos pemirsaa). lalu, setelah siap untuk menghadapi desakan banyak orang, kami kembali ke tempat semula, masih dengan dia yang membuka jalan bagiku. masih dengan seuprit lengan bajunya yang kupegang.

Akhirnya malam itu berakhir dengan kami pulang ke rumah masing-masing, dengan perasaan masing-masing. aku, masih dengan perasaan aneh-aneh menggelitik ketika mengingat kejadian menggenggam seuprit lengan bajunya, juga masih dengan perasaan aneh-aneh menggelitik ketika bertemu di sekolahan.

Setelah berkuliah, tak pernah sekalipun diriku bertemu dengannya lagi. terdengar kabar bahwa si Mr.X ini berkuliah di Teknik Unhalu. ah, sudahlah. Cinta Monyet hanya untuk monyet yang gampang pindah hati, bukan?

-Sesungguhnya, Allah Maha Membolak-balikkan Hati Manusia. Jadi, sudahkah kamu tetapkan Hatimu untuk siapa?

ah, pertanyaan sulit. karena hari ini, lagi-lagi Hati ku berganti~